Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Awas, Kurang Tidur Bisa Turunkan Libido

Dwi Astarini - Senin, 02 Juli 2018

TIDUR merupakan kebutuhan penting bagi tubuh. Seperti makanan, tidur memberikan energi bagi tubuh untuk beraktivitas. Itulah mengapa tidur malam yang cukup, sekitar 6-8 jam, wajib kamu penuhi setiap hari.

Lalu apa jadinya jika kebutuhan itu tak terpenuhi? Kesehatan kamu akan amat dirugikan. Kurang tidur dalam jangka pendek mengakibatkan mekanisme perbaikan tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jika semakin dibiarkan, kurang tidur bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan kronis dan menurunkan kualitas hidup kamu, bahkan termasuk untuk urusan seksualitas.

Menurut sejumlah penelitian, para pria dan perempuan yang kurang tidur dilaporkan mengalami penurunan hasrat seksual sehingga mereka menjadi kurang berminat untuk melakukan aktivitas seksual. Kualitas tidur yang buruk dapat merusak kesehatan fisik dan psikis, padahal keduanya merupakan aspek penting untuk menunjang seks. Tak hanya itu, kurang tidur juga mengakibatkan beberapa hal yang akhirnya memangkas libido.


1. Menurunkan kadar testosteron

Testosteron memainkan peran penting dalam gairah seks seseorang, terutama pria. Kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron yang berarti mengurangi gairah seks. Studi pada 2011 yang publikasikan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa setelah satu minggu kurang tidur (kurang dari 5 jam per malam), pria akan mengalami penurunan kadar testosteron sebesar 15%.

2. Mengurangi lubrikasi vagina

Penelitian dari Universitas Michigan menemukan bahwa perempuan yang cukup tidur dapat merespons rangsangan kelamin dengan pelumasan vagina yang lebih baik jika dibandingkan dengan perempuan dengan durasi tidur rendah. Pelumasan vagina menjadi kunci agar seks terasa menyenangkan dan tidak terasa sakit.

Pria yang kurang tidur cenderung punya kadar testoteron rendah. (foto: pixabay/warintr)

3. Meningkatkan risiko impotensi

Beberapa studi telah menemukan hubungan antara disfungsi ereksi dan kurang tidur. Dalam sebuah studi pada 2009 yang dimuat dalam jurnal US National Library of Medicine National Institutes of Health, para peneliti melakukan pemeriksaan medis pada 401 pria yang diduga memiliki sleep apnea atau henti napas saat tidur. Di antara mereka yang didiagnosis dengan gangguan tidur, 70% juga memiliki disfungsi ereksi.

Para peneliti percaya kedua hal ini ada hubungannya. Setelah mereka menjalani perawatan untuk sleep apnea, disfungsi ereksi yang mereka miliki cenderung berkurang dan kehidupan seks mereka juga semakin baik.


4. Mengacaukan psikologi

Kurang tidur berefek secara mendalam pada otak, terutama pada lobus frontal yang memengaruhi pengambilan risiko, pengambilan keputusan, dan penalaran moral.

Pada 2013, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep menemukan bahwa kurang tidur satu malam saja sudah bisa membuat pria salah menilai minat seks pasangannya. Pria menjadi cenderung berpikir bahwa perempuan benar-benar menginginkan melakukan seks dengannya.

Sementara itu, studi pada 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa perempuan dengan sleep apnea lebih mungkin untuk memiliki tekanan seksual (kesulitan personal terkait seks) dan lebih mungkin mengalami disfungsi seksual.


5. Kurang tidur, depresi, dan menurunnya libido

Artikel lain yang dimuat jurnal Sleep menyatakan peneliti menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan tekanan psikologis.

Setelah menganalisis 20.822 orang yang cenderung kekurangan waktu tidur, para partisipan cenderung melaporkan adanya tekanan psikologis dari kurang tidur. Pada beberapa orang, tekanan psikologis itu benar-benar menjadi depresi. Kemudian, depresi benar-benar bisa membunuh gairah seks.

Nah, bila kamu sering begadang, entah untuk mengerjakan tugas ataupun hanya menonton acara favorit, seperti PIala Dunia, mulailah untuk menata jadwal tidur yang teratur setiap harinya. Matikan gadget saat hendak tidur dan ciptakan suasana tidur yang nyaman. Tidur yang cukup menjamin kesehatan fisik dan mentalmu.(*)

Baca Artikel Asli