MERAHPUTIH.COM – PRESIDEN Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkuat, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan yang menjadi wilayah prioritas pemadaman. Terlebih asap dari kebakaran hutan ini sudah sampai Malaysia dan Singapura.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas secara hybrid penanganan karhutla yang dipimpin Prabowo dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi terdampak karhutla.
“Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi darat yang melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan,” kata Teddy dalam keterangannya dikutip Selasa (13/10).
Baca juga:
Kebakaran Hutan dan Lahan Belum Padam, Menhut Klaim 50 Helikopter Masih Beroperasi
Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. “Selain itu, operasi udara water bombing juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman api di sejumlah wilayah,” jelas Teddy.
Teddy mengatakan kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
“Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan,” sebut Teddy.
Upaya tersebut dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Presiden Prabowo meminta seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.(knu)
Baca juga:
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri