MerahPutih.com - Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus terkesan dengan sejarah pembangunan Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat. Di mana Friedrich Silaban sebagai arsitek Istiqlal, yang merupakan umat Kristiani.
Menurut Paus, hal itu menunjukkan tingginya toleransi di Indonesia.
"Ini membuktikan bahwa dalam sejarah bangsa ini dan dalam budaya yang berkembang di sini, masjid seperti tempat ibadah lainnya adalah ruang dialog, ruang untuk saling menghormati dan hidup bersama dengan damai di antara agama-agama dan berbagai kepekaan rohani yang berbeda," katanya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (5/8).
Paus Fransiskus mengatakan keberagaman di Indonesia adalah sebuah anugerah. Dia berharap Indonesia terus merawat keberagaman yang rukun seperti ini.
"Ini adalah sebuah anugerah besar dimana setiap hari Anda dipanggil untuk merawatnya, sehingga pengalaman keagamaan Anda dapat menjadi titik rujukan masyarakat yang damai dan bersaudara, dan tidak pernah menjadi alasan untuk menutup diri dan berseteru," ucapnya
Baca juga:
Paus Fransiskus Resmikan Terowongan Silaturahmi, Simbol Persaudaraan Erat Katolik-Islam
Paus juga mengapresiasi adanya terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Katedral dan Istiqlal. Bagi Uskup Roma itu, perjumpaan antara umat Katolik dan Islam di terowongan yang menghubungkan masjid dan gereja sangat bermakna.
Dalam perjumpaan-perjumpaan umat, mereka dapat saling berbaur, bertemu, dan meningkatkan toleransi. Pertemuan umat beragama juga dipandang menjadi bagian dari peziarahan.
Paus berharap adanya keterbukaan dialog Islam dan Katolik serta agama lain di Indonesia, yang salah satunya ditandai dengan Terowongan Silaturahmi, bisa menghapus sekat-sekat sosial yang menimbulkan konflik. (Knu)