MERAHPUTIH.COM - M3TIN merilis single berjudul Arah Pulang yang merupakan versi berbahasa Indonesia dari Roads-Lead-Back, bagian dari siklus rilisan milik sebuah label yang berangkat dari lagu Turki Yine Yollar Seni Bana Getirir (Jalan-Jalan Selalu Membawamu Kembali Padaku). Lagu tersebut sebelumnya telah hadir dalam bahasa Kazakh melalui Zhüregim Biledi dan bahasa Khmer lewat Krob Phlov Knong Chet. Versi Korea Nae Maeumi Ane rilis 25 September, sedangkan versi berbahasa Arab masih dalam proses pengerjaan di studio.
Secara cerita, lagu ini mengikuti seorang perempuan yang telah mencoba berbagai cara untuk meninggalkan masa lalu. Ia berpindah ke kota baru, menempati kamar yang berbeda, bahkan mencoba membuka hati kepada sosok baru yang duduk di seberang meja kafe. Namun, sejauh apa pun ia berusaha pergi, selalu ada sesuatu yang membawanya kembali.
Liriknya mengambil peribahasa 'dunia tak selebar daun kelor' sebagai pijakan, kemudian memelintir maknanya menjadi lebih personal. Dunia mungkin terbentang begitu luas, tetapi bagi perempuan tersebut, dunianya seolah hanya sebatas bahu satu orang. Ke mana pun langkah membawanya pergi, jalan yang ditempuh pada akhirnya tetap mengarah ke pintu yang sama.
Baca juga:
'Rumah', Tempat Angel Pieters Merawat Luka dan Menemukan Pulang
Berikut lirik lengkapnya:
Hujan turun lagi, semua orang tak peduli
Di antara lampu-lampu kota, aku yang paling sepi
Katanya waktu ′kan menyembuhkan segalanya
Nyatanya namamu masih betah di kepala
'Ku pura-pura baik-baik saja
Padahal rindu tak tahu caranya reda
Sudah kucoba ′tuk pergi sejauh mungkin
Ganti suasana, ganti mimpi, ganti jalan yang kuingin
Tapi hati ini terlalu keras kepala
Selalu mencari alasan untuk kembali
Semua arah yang kutempuh, pulangnya tetap padamu
Sejauh kaki melangkah, hati hafal jalannya
Tak peduli seramai apa pun kota ini, rinduku tetap untukmu
Kubilang sudah usai - nyatanya kau tak tergantikan
Kucoba mengenal hati yang baru
Semua terasa bagai lagu tak berirama
Katanya, dunia tak selebar daun kelor
Tapi duniaku hanya selebar bahumu
Playlist lama kuputar - kau ada di tiap lagunya
Rindu ini tak bertuan, namun hafal alamatmu
Mungkin aku tak pernah pergi, hanya memutar arah
Di setiap peta hatiku, kau adalah titik tengahnya
Berdamai dengan rindu tak semudah kata orang
Aku menyerah - pada takdir yang selalu memilihmu
Semua arah yang kutempuh, pulangnya tetap padamu
Kubilang sudah lupa - nyatanya hanya semu
Pulangnya tetap padamu
Pulangnya tetap padamu
Rumahku, kamu.(Far)
Baca juga:
Lagu 'End of August' Noah Kahan, Memaknai Pulang dalam Dilema Rindu dan Gelisah