Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah

Alwan Ridha Ramdani - 43 menit lalu

MerahPutih.com - Tingkat kemiskinan di Jakarta diklaim mengalami penurunan hingga di bawah empat persen. Capaian penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan bukti kinerja Pemprov DKI dalam mengelola ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan ini cetak sejarah, karena baru pertama kali di bawah empat persen.

Dari semua aspek yang ada, Jakarta sekarang ini secara signifikan mengalami perbaikan. Bahkan ada satu yang tidak pernah tercapai, yaitu hal yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah empat persen. Selama ini selalu di atas empat persen,

jelas Pramono di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jakarta juga tercatat semakin baik, yang mencapai 5,52 persen. Begitu juga dengan tingkat inflasinya yang merupakan terendah di Jawa-Bali, yakni antara 2,5-2,7 persen.

Meski demikian, Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.

Tetapi ada satu yang selalu menjadi beban bagi Jakarta, yaitu gini ratio. Sekarang ini gini ratio-nya 0,435. Gini ratio adalah perbandingan orang kaya dan miskin,

ujarnya.

Karena itu, Gubernur Pramono memprioritaskan tiga program utama yang tidak boleh dikurangi anggarannya, yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial. Melalui penguatan di tiga sektor ini, Pramono meyakini perekonomian Jakarta akan berjalan baik di tengah tekanan ekonomi dunia.

Maka kenapa di daerah lain dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang mengalami tekanan yang kuat seperti ini, Alhamdulillah Jakarta masih bisa berjalan dengan baik,

pungkasnya. (Asp).
Baca Artikel Asli