MerahPutih.com - Bintang film The Uprising, Andrew Garfield, berharap film terbarunya tidak hanya menjadi tontonan tentang pemberontakan di masa lalu. Ia ingin kisah tersebut mampu menggugah masyarakat, termasuk para penguasa dan orang-orang super kaya.
Film yang dijadwalkan tayang pada 11 September 2026 itu menurut Garfield memiliki pesan yang masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Pertama-tama, saya harap mereka datang dan menontonnya,” kata Garfield dalam sesi pemutaran film tersebut dikutip Deadline, Selasa (8/9).
Garfield juga secara khusus menunjuk kelompok orang super kaya. Ia berharap The Uprising dapat menjadi film yang menggugah kesadaran sekaligus membuat mereka merasa takut.
Saya harap ada semacam pencerahan yang dirasakan orang, bahwa mereka merasa perjuangan mereka sendiri, perjuangan kita semua, tercermin dalam perjuangan karakter-karakter dari masa dan tempat yang jauh, dan bahwa film ini bisa menjadi arahan. Dan saya harap jika ada miliarder yang menontonnya, mereka akan sangat ketakutan,
Andrew Garfield.
Terinspirasi Legenda Robin Hood
Dalam The Uprising, Garfield memerankan seorang petani bernama Ploughman. Karakter tersebut terinspirasi dari legenda Robin Hood dan menjadi sosok yang memimpin perlawanan rakyat terhadap kekuasaan yang dianggap menindas.
Greengrass menulis sekaligus menyutradarai film ini dengan mengambil inspirasi dari peristiwa nyata yang kemudian dipercaya turut membentuk legenda Robin Hood.
Cerita The Uprising berlatar Inggris pada 1831. Ploughman memimpin pemberontakan setelah masyarakat menghadapi pajak yang brutal dan dampak wabah penyakit yang menghancurkan kehidupan mereka.
Kisah Pemberontakan yang Masih Relevan
Melalui karakter Ploughman, Garfield melihat adanya hubungan antara perjuangan rakyat di masa lalu dengan persoalan masyarakat saat ini.
Ia berharap penonton dapat melihat bahwa meski latar waktu dan tempatnya berbeda, perasaan menghadapi ketidakadilan dan ketimpangan masih relevan hingga sekarang.
Hal tersebut juga tercermin dalam kutipan “Tidak Akan Ada Perdamaian Sampai Kita Disembuhkan” yang muncul dalam percakapan di cerita.
Baca juga:
Greengrass menilai kalimat tersebut masih memiliki relevansi kuat dengan kondisi dunia saat ini.
“Benar adanya saat ini seperti halnya 600 tahun yang lalu, tentu saja,” ujar Greengrass.
Film ini mempertemukan Garfield dengan Woody Norman, yang memerankan Raja Richard II, dalam kisah tentang pemberontakan rakyat, kekuasaan, dan perjuangan melawan ketidakadilan. (Tka)