Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

Anak Mengorok saat Tidur? Mungkin Tanda Peradangan Amandel

Frengky Aruan - Selasa, 05 November 2024

MerahPutih.com - Jangan anggap wajar ketika anak mengorok. Bisa jadi itu gejala awal indikasi peradangan amandel.

Kondisi ini disebut obstructive sleep apnea syndrome (Osas), risiko penyakit amandel yang menyerang anak kecil.

Dilansir dari laman IDAI, anak akan menunjukkan gejala Osas lebih dari 3 hari dalam seminggu tidurnya. Biasanya ada gejala henti napas saat tidur yang diikuti gelagapan seperti hendak terbangun, namun kemudian penderita tidur lagi.

Untuk memastikan adanya diagnosis Osas, perlu pemeriksaan khusus yang disebut polisomnografi (PSG).

Baca juga:

Waspada saat Anak Mengalami Pembesaran Amandel, Berpotensi Radang Telinga Tengah

Dilansir dari laman Siloamhospital, kondisi mengorok pada anak terjadi karena adanya penyempitan jalur pernafasannya.

Amandel sendiri bisa terjadi karena infeksi bakteri, misalnya streptococcus beta hemolyticus dan streptococcus pyogenes, yang juga merupakan bakteri penyebab radang tenggorokan.

Sementara itu, jenis virus penyebab radang amandel adalah virus Influenza, Epstein-Barr, dan Adenovirus.

Selain mengorok, gejala lain yang dihadapi anak saat mengalami amandel adalah munculnya lapisan putih atau kuning di area amandel, nafsu makan menurun, perubahan warna amandel menjadi kemerahan, demam.

Selain itu, napas anak beraroma bau tidak sedap. Ada pembengkakan di area kelenjar getah bening, mengalami nyeri di bagian kepala, telinga, dan perut.

Pengobatan melalui operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) pada anak sangat mungkin. Namun biasanya tergantung pada kondisi pembengkakan amandel.

Artinya apakah amandel sampai menutup area tenggorok dan saluran nafas atau terjadi berulang. Jika amandel tidak sampai menutupi hal tersebut, maka tonsilektomi tidak selalu diperlukan.(Tka)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT