Merahputih.com - Seekor anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) lahir di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Sumatra Selatan, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8).
Kelahiran tersebut menjadi momen istimewa karena tak hanya menambah populasi satwa dilindungi, tetapi juga membawa harapan bagi keberlanjutan konservasi gajah sumatera di Indonesia.
Baca juga:
Eks Karyawan Sritex Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Soroti Pesangon yang Belum Dibayar
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, Daniwari Widiyanto, mengatakan anak gajah berjenis kelamin jantan itu lahir dari induk bernama Lestari dan pejantan Gapula.
Peristiwa ini merupakan kado alam yang sangat bermakna bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia, khususnya pada momen bersejarah Hari Kemerdekaan,
kata Daniwari.
Lahir dengan Kondisi Baik
Proses kelahiran berlangsung di bawah pengawasan tim medis dan pawang gajah atau mahout, Sugito. Persalinan diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.
Tak lama setelah dilahirkan, bayi gajah tersebut langsung menunjukkan tanda-tanda vital yang baik.
Meski demikian, kondisi cuaca panas di area terbuka PKG Jalur 21 membuat tim BKSDA Sumatera Selatan segera menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kesehatan induk dan anak gajah.
Baca juga:
Atraksi Jet Tempur Meriahkan Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Jakarta
Daniwari memastikan berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, di antaranya:
- Penyediaan shelter untuk mengurangi paparan panas langsung
- Ketersediaan air minum yang cukup
- Fasilitas mandi untuk menjaga suhu tubuh gajah
- Pakan berkualitas serta tambahan buah-buahan
Dipantau 24 Jam
Untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap stabil, BKSDA Sumatra Selatan menerapkan pemantauan intensif selama 7x24 jam.
Kelahiran ini sekaligus menjadi kabar positif di tengah berbagai ancaman yang masih dihadapi gajah sumatra.
Baca juga:
Setelah Monas Semalam, Prabowo Perintahkan Hari Ini Digelar Pesta HUT ke-81 RI di 40 Titik Jakarta
Satwa endemik Indonesia tersebut merupakan salah satu spesies yang dilindungi dan menghadapi tekanan serius akibat kehilangan habitat serta konflik dengan manusia.
Dengan kelahiran anak gajah tepat pada momentum Hari Kemerdekaan, BKSDA berharap kabar tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat dan keberlangsungan satwa liar Indonesia.