MerahPutih.com - Regenerasi menjadi pekerjaan besar PBSI, terlebih setelah sejumlah negara mulai berani mengandalkan pebulu tangkis muda di level elite dunia. Lonjakan Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed menjadi sinyal positif, tetapi Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menegaskan Indonesia tak boleh cepat puas.
Fadil mengaku tak tenang. Ia kerap memikirkan ketertinggalan regenerasi Indonesia saat melihat pemain muda dari negara lain.
Sebelum saya tidur, terkadang saya berpikir dan sedikit iri melihat negara-negara lain. Melihat atlet negara lain yang masih muda, sementara kita sudah senior. Kekhawatiran dan kegelisahan saya ini saya sampaikan kepada Sekjen PBSI,
kata Fadil dalam Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.
Baca juga:
Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Lampaui Target Emas
Alwi Farhan dan Ubed Jadi Bukti Pembinaan PBSI
Dalam evaluasi pembinaan dan prestasi, Fadil menyoroti perkembangan Alwi dan Ubed. Alwi melonjak dari peringkat 49 dunia pada Januari 2025 menjadi posisi 10 pada Oktober 2025.
Sementara itu, Ubed mencatat kenaikan lebih tajam, dari peringkat 158 menuju posisi 29 dunia.
Menurut Fadil, angka tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi bukti bahwa proses pembinaan yang tepat dan terukur bisa menghasilkan perkembangan nyata.
Angka-angka tadi bukan untuk membuat kita berpuas diri. Angka-angka itu memberi kita satu pesan, kalau proses pembinaan dijalankan dengan benar, hasilnya dapat diukur,
ujar Fadil.
PBSI ingin perkembangan tersebut menular kepada pemain muda lain, termasuk dari sektor putri. Fadil menilai prestasi Indonesia tidak boleh terus bergantung kepada satu atlet atau pelatih, melainkan harus ditopang sistem pembinaan menyeluruh.
Sistem itu mencakup pelatih teknik dan fisik, tim medis, psikolog, nutrisi, fisioterapis, sport science, analisis video, serta bidang pembinaan dan prestasi.
Asian Games Bukan Garis Akhir
PBSI masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama konsistensi performa, kedalaman pemain di setiap sektor, serta kesenjangan kualitas antara kelompok pratama dan utama. Program latihan individual dan pemantauan berbasis data pun akan terus diperkuat.
Baca juga:
Indonesia Peringkat 16 Asian Games 2026 Nagoya, Capaian Medali Emas Turun Tapi Target Jebol
Saya selalu tekankan kepada para pelatih dan seluruh pengurus, tolong perhatikan atletnya satu per satu, karena tidak ada satu atlet yang memiliki ukuran yang sama. Pasti berbeda. Tolong dilatih sesuai dengan ukurannya,
kata Fadil.
Indonesia sebelumnya membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu dari cabang bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, Fadil menegaskan hasil tersebut bukan tujuan akhir.
PBSI kini mengarahkan proses regenerasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dengan ambisi meloloskan wakil sebanyak mungkin di seluruh sektor sekaligus kembali merebut medali emas.