Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Tekno

AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam

Yusuf Abdillah - 54 menit lalu

Merahputih.com - Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara industri otomotif merancang kendaraan.

Teknologi ini mampu mempercepat proses visualisasi desain, mengolah sketsa menjadi gambar realistis, hingga membantu mengeksplorasi ide baru.

Namun, di balik semua itu, AI juga memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan profesi desainer mobil.

Baca juga:

Artificial Intelligence Diintegrasikan ke Kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK, Gibran: Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah

Kepala Desain Eksterior Skoda, Karl Neuhold, mengaku terkesan dengan kemampuan AI generatif yang kini digunakan dalam proses desain otomotif.

Meski mengakui manfaatnya, ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja di studio desain.

Saya terkejut melihat betapa bagusnya teknologi ini. Saya juga menggunakannya sendiri dan sangat terkejut ketika sebuah sketsa sederhana bisa menghasilkan berbagai versi dalam hitungan detik, dengan hasil yang bahkan tidak bisa saya buat lebih baik melalui proses rendering sendiri,

kata Neuhold dikutip Carscoops.

AI Jadi Bagian Penting Desain Mobil Modern

Baca juga:

Hiroshi Okuda: Mobil Hibrida, Toyota Hingga Jadi Raja Otomotif Dunia

Neuhold menilai AI akan menjadi bagian penting dari masa depan desain otomotif. Karena itu, para desainer perlu mengikuti perkembangan teknologi dan menguasai perangkat baru agar tetap relevan di tengah perubahan industri.

Menurutnya, pekerjaan desainer mobil kini tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan menggambar secara manual. Mereka juga dituntut mampu memanfaatkan AI untuk mengembangkan gagasan dan menyampaikan konsep dengan lebih cepat.

Meski demikian, peningkatan efisiensi tersebut membawa konsekuensi terhadap kebutuhan tenaga kerja. AI memungkinkan studio desain menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat dengan jumlah personel yang lebih sedikit.

Baca Artikel Asli