Merahputih.com - AC Milan berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A 2026/2027 setelah mengalahkan Atalanta 3-2 di San Siro, Minggu (18/10).
Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya menutupi persoalan yang mulai terlihat dalam skuad Rossoneri di bawah asuhan pelatih baru, Ruben Amorim.
Baca juga:
Siapakah Markus Krosche? Ini Profil Calon Direktur Sepak Bola Baru AC Milan
Milan sempat unggul tiga gol melalui Goncalo Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila. Akan tetapi, keunggulan itu nyaris terbuang setelah Atalanta bangkit dan mencetak dua gol pada babak kedua.
Milan pun harus bekerja keras mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

AC Milan Mulai Menunjukkan Identitas
Meski kemenangan diraih dengan susah payah, performa Milan mulai berada di jalur yang tepat di bawah arahan Amorim, terutama dalam membangun identitas permainan dan menciptakan peluang.
Baca juga:
AC Milan Siap Bajak Nicolo Tresoldi dari Club Brugge di Bursa Transfer Januari
Selain itu, kemampuan Amorim merotasi skuad juga menjadi sorotan. Setelah menang 4-0 atas RB Salzburg di Liga Europa pada Kamis, ia melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain inti saat menghadapi Atalanta.
Rotasi tersebut tidak menghalangi Milan untuk mencetak tiga gol. Hal ini menjadi indikasi bahwa Amorim mulai memiliki sejumlah opsi untuk menjaga daya saing tim di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Permainan Amorim Menuntut Fisik Prima
Namun, sistem permainan Amorim menuntut intensitas tinggi, sehingga kemampuan menjaga energi dan konsentrasi selama 90 menit menjadi pekerjaan rumah bagi Milan.
Masalah Milan terlihat jelas ketika Atalanta mulai meningkatkan tekanan setelah tertinggal 0-3. Rossoneri kesulitan mempertahankan kendali permainan dan memberikan ruang bagi tim tamu untuk membangun momentum.
Baca juga:
Ruben Amorim: Hasil Penting, Performa Tetap Dievaluasi
Amorim tidak menampik bahwa kemenangan merupakan hal utama, tetapi ia menegaskan pentingnya mengevaluasi penampilan tim secara menyeluruh.
Tentu saja, hasil adalah hal yang terpenting, tetapi kami juga harus menganalisis performa,
ujar Amorim.
Ia menilai Milan sebenarnya terus menunjukkan perkembangan. Namun, tekanan pada menit-menit akhir saat melawan Atalanta menjadi pengingat bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.