MerahPutih.com - Gelaran Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi ditutup pada Minggu (4/10) malam setelah mencatatkan rekor sejarah fenomenal dengan terciptanya lebih dari 350 rekor baru.
Termasuk, 50 rekor baru tingkat dunia yang salah satunya diukir lifter kebanggaan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah. Sedangkan, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mencetak rekor baru Asian Games di cabor panjat tebing.
Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani, menegaskan dalam upacara penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, bahwa edisi ke-20 ini merupakan ajang dengan tingkat persaingan paling sengit sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games.
Lebih dari 350 rekor telah dipecahkan, termasuk lebih dari 50 rekor dunia; sebanyak 40 dari 45 NOC berhasil meraih medali, ini adalah rekor Asian Games kita,
Presiden OCA Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani, saat acara penutupan, Minggu (4/10) malam
Baca juga:
Indonesia Peringkat 16 Asian Games 2026 Nagoya, Capaian Medali Emas Turun Tapi Target Jebol
Indonesia Akhiri Asian Games 2026 di Peringkat 16
Secara keseluruhan, Indonesia menutup gelaran Asian Games 2026 di posisi ke-16 klasemen akhir medali lewat total koleksi 39 keping medali.
Keberhasilan Rahmat Erwin Abdullah mencatatkan rekor dunia baru dengan total angkatan 366 kilogram di kelas 75 kilogram putra menjadi salah satu tinta emas utama yang mempertegas dominasi Indonesia di tingkat panggung olahraga dunia.
Sektor panjat tebing nomor speed putri turut menyaksikan kejayaan kontingen Merah Putih setelah Desak Made Rita Kusuma Dewi meluncur kilat dengan catatan waktu 6,062 detik untuk mengunci rekor Asia baru.
Konsistensi perolehan rekor tingkat internasional ini membuktikan bahwa pembinaan atlet berprestasi Indonesia terus bergerak ke arah yang tepat.
Gelar rekor dunia dan Asia yang dibawa pulang dari Jepang menjadi bukti sahih bahwa daya saing atlet Tanah Air makin diperhitungkan di kancah global.
Baca juga:
Medali Emas ke-5 Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah Patahkan Kutukan Perak Panahan Asian Games
Sejarah Tim Bulu Tangkis dan Emas Pertama Cabor Panahan.
Kejutan manis kontingen Indonesia juga ditandai dengan berakhirnya penantian panjang 28 tahun tim bulu tangkis beregu putra yang sukses memenangi laga final membara melawan tim tuan rumah China.
Pemanah muda Nurisa Dian Ashrifa melengkapi pesta sejarah kontingen Indonesia dengan mempersembahkan medali emas pertama sepanjang masa dari cabang olahraga panahan di ajang Asian Games. (*)