Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kelas Menengah Diabaikan

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026

MerahPutih.com - Kebijakan distribusi anggaran pemerintah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai tidak menyentuh kelas menengah yang saat ini terjepit sama beban biaya hidup.

Direktur Riset Kebijakan Publik InFast Bestari, Muhammad Ridha, menilai perhatian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah perlu diimbangi dengan kebijakan yang melindungi daya beli kelas menengah.

Ridha mengingatkan, kelas menengah juga membutuhkan dukungan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi distribusi anggaran agar kelompok tersebut tidak terabaikan dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi.

Bisa dibilang satu kelas, redistribusi anggaran ke kelas menengah bawah itu juga beriringan dengan dilupakannya kelas menengah,

kata Ridha di Jakarta dikutip Selasa (20/10).

Baca juga:

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR

Menurut Ridha, persoalan daya beli seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan ekonomi.

Keberhasilan program pemerintah tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan kesejahteraan mereka.

Dia pun mengusulkan skema bantuan khusus bagi kelas menengah untuk menjaga kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Skema tersebut dapat menyerupai bantuan sosial, tetapi memiliki sasaran dan mekanisme berbeda dari bantuan yang selama ini diberikan kepada kelompok berpenghasilan rendah.

Bikin skema semacam bantuan sosial, tapi itu sifatnya untuk bisa mempertahankan daya beli kelas menengah supaya mereka tetap mampu untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari sebagai kelas menengah. Yang tentu saja berbeda dengan apa yang sudah diberikan negara lewat bantuan sosial,

ujarnya.

Ridha menilai, perlindungan terhadap daya beli kelas menengah perlu menjadi bagian dari evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi menjangkau berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

Ridha juga mempertanyakan kondisi daya beli masyarakat dan kemudahan memperoleh pekerjaan sebagai tolok ukur dampak kebijakan pemerintah.

Yang saya perhatikan adalah apakah rakyat masih punya daya beli sekarang? Apakah gampang untuk cari pekerjaan sekarang ini?

katanya.

Bagi Ridha, kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari merupakan salah satu ukuran penting keberhasilan kebijakan ekonomi.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan arah kebijakan dan distribusi anggaran memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk kelas menengah. (*)

Baca Artikel Asli