Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

14 Ribu Kursi Penerbangan Disiapkan Garuda Tampung Penonto MotoGP Mandalika Lombok

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026

MerahPutih.com - MotoGP Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Garuda Indonesia Group menyiapkan lebih dari 14 ribu kursi penerbangan menuju Lombok selama 7-12 Oktober 2026 guna mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang pada ajang MotoGP Mandalika.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyampaikan rata-rata penerbangan harian mencapai 7-8 penerbangan per harinya. Adapun 14 ribu kursi penerbangan tersebut terdiri atas 6.384 kursi Garuda Indonesia dan 7.740 kursi Citilink.

Penguatan kapasitas tersebut didukung melalui pengoperasian 26 penerbangan tambahan oleh Garuda Indonesia dan Citilink pada sejumlah rute menuju Lombok, termasuk Jakarta–Lombok pergi-pulang (pp) dan Surabaya–Lombok pp.

Baca juga:

MotoGP Indonesia 2026 Tak Cuma Balapan: Ungu hingga Agnez Mo Siap Guncang Sirkuit Mandalika

Garuda Indonesia juga meningkatkan kapasitas pada empat penerbangan melalui pengoperasian Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300.

MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi salah satu momentum sport tourism terbesar di Indonesia yang secara konsisten mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan dari dan menuju Lombok.

Momentum MotoGP kini menjadi salah satu recurring peak traffic period yang perlu diantisipasi secara terencana, sebagaimana periode Hari Raya, libur akhir tahun, maupun peak season tahunan lainnya.

Karena itu, kesiapan kapasitas dan konektivitas udara menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan demand dapat dilayani secara optimal,

ujar Glenny.

Bagi Garuda Indonesia Group, kata ia, konektivitas bukan hanya mengenai membawa penumpang menuju sebuah destinasi, tetapi bagaimana aksesibilitas tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi yang lebih luas," katanya.

Momentum MotoGP menunjukkan bagaimana aviasi, pariwisata, dan penyelenggaraan event dapat tumbuh sebagai satu ekosistem yang saling memperkuat,

katanya.
Baca Artikel Asli