Kesehatan

Menghindari Asupan Karbohidrat Ternyata Berbahaya bagi Tubuh

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 16 Oktober 2019
Menghindari Asupan Karbohidrat Ternyata Berbahaya bagi Tubuh

Tak baik menghilangkan karbohidrat dari diet. (foto: pixabay/oldmermaid)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMUMNYA, program diet akan sangat ketat dalam menghitung asupan karbohidrat. Diet keto misalnya. Pola diet itu mengharuskan kamu hanya memakan daging. Lain lagi water fasting yang benar-benar tidak menyantap apa pun kecuali air mineral.

Meski diklaim banyak membuahkan hasil, program diet yang membuat dirimu harus menghindari asupan karbohidrat ternyata bisa membuat jangka umur menjadi pendek. Menurut laman The Recipe, studi dari Lancet membuktikan bahwa kurangnya karbohidrat dalam tubuh (kurang dari 40%, dan lebih dari 70%) bisa membuat umur menjadi lebih pendek daripada orang yang memiliki asupan karbohidrat yang seimbang.

BACA JUGA: Terlalu Banyak Konsumsi Daging Ternyata Bahaya untuk Planet Bumi

Riset yang mereka lakukan tidak tanggung-tanggung. Sampel yang digunakan ialah 15.400 orang dewasa di Amerika dan 432 ribu orang di luar Amerika yang mencoba melakukan program diet tanpa karbohidrat.

diet
Menghindari karbohidrat sepenuhnya tak baik untuk tubuh. (foto: pixabay/vika-imperia550)

Dalam hal diet keto, konsumsi per hari untuk karbohidrat bagi pelakunya hanya mencapai 5% hingga 10%, konsumsi lemak sekitar 70% sampai 75%, dan 20% protein. Menurut riset tersebut, diet keto sangat tidak ideal bagi orang yang benar ingin hidup sehat dan menurunkan berat badan.

Salah satu studi di Amerika juga menjelaskan bahwa diet yang menyiksa tersebut akan membuat konsumsi makan kamu pascadiet akan menjadi lebih banyak. Itu malah membalikkan kadar lemak menjadi semula. Jadi percuma kan?

Sara Seidelmann, seorang pakar nutrisi dan kardiologis, menyarankan kepada mereka yang ingin menurunkan berat badan dan ingin sehat untuk melakukan program diet yang berbahan dasar sayuran, gandum, dan kacang-kacangan. Jangan lupa untuk mengatur kadar kalori dalam tubuh agar tidak kelebihan ataupun kekurangan.(dnz)

BACA JUGA:

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan