Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Maret 2019
Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya

Ilustrasi penulisan puisi romantis (Foto: Indianexpress.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI Puisi Sedunia atau World Poetry Day diperingati setiap tanggal 21 Maret. United Nations Educational, Scientific and Curtural Organization (UNESCO) pertama kali menetapkan hari ini selama Konferensi Umum ke-30 di Paris pada tahun 1999.

Seperti yang tertulis dalam un.org, hari ini ditunjukan untuk memberikan kesempatan agar manusia dapat mengapresiasi dan mendukung puisi dan para penulisnya.

UNESCO percaya bahwa puisi memiliki peran penting dalam sejarah, seni dan budaya masyarakat di zaman dahulu hingga kini. Dengan merayakan hari ini dapat mendukung keragaman linguistik melalui ekspresi puitis dan meningkatkan kesempatan bagi bahasa yang terancam punah untuk didengarkan.

Hari ini juga untuk menghormati penyair, menghidupkan kembali tradisi lisan dari pembacaan puisi lalu mempromosikannya, bahkan penulisan dan yang mengajarkan puisi. Selain itu juga untuk menegaskan agar hubungan antara puisi dan karya seni lain seperti drama, musik, tari, dam lukisan tidak hilang termakan waktu.

Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya
Puisi terkenal karya Robert Frost, Fire and Ice (Foto: pexels/Ayat Zaheer)

Untuk lebih lanjut tentang puisi, sebenarnya apa sih arti dari puisi dan ada berapa macam jenis puisi?

Menurut KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Definisi puisi juga bisa diartikan sebuah sajak atau gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Sementara perngertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

Dilansir dari brilio.com, ada tiga jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

1. Puisi lama

Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya
Puisi lama (Foto: pixalab/Katzenfee50)

Adalah puisi yang secara fisik masih terkait oleh peraturan penciptaan. Aturan penciptaan yang dimaksud meliputi jumlah kata dalam satu baris, banyak baris dalam satu bait (kurang lebih empat baris), mempunyai rima (persajakan).

Rima merupakan bentuk pengulangan bunyi yang timbul oleh huruf atau kata dalam larik dan bait. Jenis sajak yang termasuk dalam puisi lama adalah pantun, talibun, matra, syair, karmina, seloka, dan gurindam.

2. Puisi baru

Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya
Puisi baru (Foto: pixalab/ThoughtCatalog)

Sebuah puisi yang sudah tidak terikat oleh suatu aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru mempunyai sebuah bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Jenis sajak yang termasuk dalam puisi lama adalah ode, himne, epigram, balada, elegi, romansa, distikon, terzinaa, satire, kuatrain, kuint, sektet, septime, oktaf atau stanza, dan soneta

3. Puisi kontemporer

Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya
Puisi kontemporer (Foto: pexels/Pixabay)

Adalah puisi yang dibuat waktu kini. Puisi ini terlihat kekinian dari kebebasan penciptaannya, puisi juga tak terikat pada bentuk dan rima. Tujuan menulis puisi ini adalah untuk menyampaikan ide atau gagasan yang dimiliki lalu dituangkan ke dalam kutipan.

Hari Puisi Dunia, Mengapresiasi dan Mendukung Karya Sastra dan Penulisnya
Chairil Anwar dengan sepenggal bait dari puisinya yang berjudul Catetan TH. 1946 (Foto: normatis.com)

Bukan hanya di luar negeri saja yang memiliki tokoh yang berpengaruh dalam puisi, tapi di Indonesia juga. Tokoh tersebut diantaranya adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Sutardji Calzoum Rengat, Taufiq Ismail, dan masih banyak lagi.

Bahkan di twitter banyak warganet memperingatinya dengan hashtag #HariPuisiSedunia dan #WorldPoertyDay. Selamat Hari Puisi Sedunia sahabat merahputih! (sel)

#Hari Puisi Dunia #Puisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
ShowBiz
Puisi Jadi Musik, Sunyiruri dan Figura Renata Hidupkan Karya Usman Arrumy
Skena musik Indonesia kembali menghadirkan proyek unik yang menyatukan dunia sastra dan musik.
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Puisi Jadi Musik, Sunyiruri dan Figura Renata Hidupkan Karya Usman Arrumy
Fun
Noorca dan Yudhistira Massardi Rayakan Usia Ke-70 dengan Meluncurkan Buku Puisi
Masing-masing buku memuat 70 puisi di dalamnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Februari 2024
Noorca dan Yudhistira Massardi Rayakan Usia Ke-70 dengan Meluncurkan Buku Puisi
Bagikan