Gyeranppang, Roti Telur ala Korea. Lezat buat Sarapan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 November 2017
Gyeranppang, Roti Telur ala Korea. Lezat buat Sarapan

Gyeranppang. (foto: messywitchen.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ROTI dan telur jadi duet maut untuk sarapan. Namun, resep terinspirasi budaya Korea ini tidak terbuat dari roti tawar.

Roti dalam resep ini dibuat dari nol. Tidak susah, cukup beberapa bahan dan adonan roti untuk resep ini pun tersedia.

Yang lebih menyenangkan, Anda bisa berkreasi untuk pilihan topping.


BAHAN-BAHAN

3/4 cup tepung terigu serbaguna
2 buah telur untuk adonan roti
1/2 cup salted butter, lelehkan
1/3 cup gula
1/4 cup susu
3/4 sdt baking powder
1/4 sdt esens vanila
sedikit margarin untuk melapisi cetakan

ISIAN

6 buah telur
Daging asap atau sosis secukupnya
Bawang daun atau parsley
Garam
Black pepper


CARA MEMBUAT

1. Dalam mangkuk besar, kocok dua butir telur dan gula sampai gula larut.

2. Masukkan tepung terigu serbaguna. Tambahkan baking powder, esens vanila, salted butter cair, dan susu. Aduk rata. Pastikan tidak ada yang menggumpal.

3. Lapisi cetakan muffin atau cupcake dengan margarin.

4. Tuang adonan ke cetakan. Isi cetakan hanya 1/4 penuh.

5. Pecahkan telur ke setiap cetakan, beri topping daging asap, sosis, garam, black pepper, dan daun parsley.

6. Panggang dalam oven dengan suhu 200 derajat celsius selama 15 menit. Matikan oven, biarkan dalam oven selama 5 menit biar matang sempurna.

7. Sajikan selagi hangat.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan