Kesehatan

Atasi Quarantine Constipation saat #DiRumahAja

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 April 2020
Atasi Quarantine Constipation saat #DiRumahAja

Waspada masalah konstipasi saat jarang beraktivitas. (Foto: Pixabay/Renateko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEKERJA dari rumah, penjarakan sosial, dan menghabiskan banyak waktu di dalam rumah mengubah kehidupan sehari-hari banyak orang. Termasuk kehidupan di dalam organ tubuh manusia. Perubahan itu termasuk kebiasaan buang air. Sekarang, muncul istilah baru: quarantine constipation atau konstipasi karantina.

Robert Lerrigo MD, ahli gastroentrologi di Santa Clara Valley Medical Centre California, seperti dilansir Health, mengatakan bahwa sebagian orang memiliki masalah konstipasi karena kotoran yang terlalu keras, membutuhkan banyak tekanan, atau volume yang terlalu kecil. Alasan banyak orang memiliki masalah konstipasi selama #DirumahAja ialah karena perubahan ritme sirkadian. Itu merupakan suatu proses alami dalam otak yang mengatur siklus tidur bangun dan mengulangi setiap 24 jam. "Usus besar memiliki ritme sirkadiannya sendiri yang mudah terganggu oleh kurangnya olahraga, kurang tidur, perubahan jadwal makan, dan stres," ujar Lerrigo.

BACA JUGA: Jangan Lewatkan Makanan Sehat Setelah Berolahraga!

Adanya pandemi global membuat sebagian orang memiliki masalah sembelit ini. Hanya berdiam diri di rumah, duduk bersantai, tidak beraktivitas, dan menjauhkan diri dari kegiatan aktivitas akan mendatangkan potensi terkena konstipasi karantina.

sembelit
Perubahan ritme sirkadian menyebabkan semblit. (foto: Unsplash/Giorgio Travato)

Untuk mengatasi hal itu, Lerrigo merekomendasikan 20 hingga 60 menit untuk berolahraga setiap hari. Kamu bisa melakukan lari pagi atau sore untuk membiarkan tubuhmu tetap aktif dan terhindar dari masalah konstipasi. Jika kamu curiga bahwa pola makan selama kamu di rumah menjadi penyebabnya, amat mungkin kamu banyak memasak dengan bahan yang terbuat dari tepung olahan. Kamu bisa mencoba menambahkan serat. Makanan kaya akan serat menyimpan air dalam tinjamu. Itu akan membuatnya lebih mudah untuk melewati usus.

Selain makanan, jangan lupa untuk selalu minum untuk terhindar dari dehidrasi. Air dan jus merupakan pilihan yang baik. Stres dan kecemasan juga dapat memengaruhi kotoranmu, karena otak secara langsung mengomunikasikan emosi yang mereka timbulkan ke sistem pencernaan. "Pada beberapa orang, ini dapat menyebabkan diare, pada orang lain itu menyebabkan sembelit," kata Lerrigo. Tidak mudah untuk menurunkan tingkat stres dan kecemasan selama masa-masa ketidakpastian yang meluas. Namun, lakukanlah apa yang membuat kamu merasa rileks.(nic)

BACA JUGA: Waspadalah, Kebiasaan Makan yang Salah Lemahkan Imunitas Tubuh

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan