10 'Sneakers' Terbaik Sepanjang Sejarah yang Pernah Dipakai saat NBA All-Star Game

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Februari 2019
10 'Sneakers' Terbaik Sepanjang Sejarah yang Pernah Dipakai saat NBA All-Star Game

Sneakers terbaik sepanjang pertandingan NBA All-Star (foto: complex.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMENANGAN tim LeBron James mengalahkan tim Giannis Antetokounmpo dengan skor 178:164, tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemar LeBron James.

Menjadi penyumbang poin terbanyak dari tim LeBron, gelar most valuable player dimenangkan oleh Kevin Durant dengan jumlah 31 poin. Ini merupakan kali kedua Durant menjadi MVP pertandingan NBA All-Star setelah pertamakali memenangkannya pada 2012 silam.

Sebagai pertandingan yang paling terkenal dan ditunggu-tunggu oleh para pecinta olahraga basket, NBA All-Star Games juga menjadi ajang bagi para pemain basket dan merek terkenal untuk memamerkan koleksi sneakers mereka lo.

Ingin tahu? Yuk cek sneakers terbaik sepanjang perjalanan sejarah NBA All-Star Game:

1. 1988: Air Jordan III "Black/Cement"

10 'Sneakers' Terbaik Sepanjang Sejarah yang Pernah Dipakai saat NBA All-Star Game
Air Jordan III 'Black/Cement' dikenakan oleh Michael Jordan pada (Foto: complex.com)

Di desain oleh desainer legendaris, Tinker Hatfield telah mendesain 13 model Air Jordan. Koleksi Air Jordan miliknya ini yang membuat Michael Jordan tetap pada Nike dan gagal beralih ke Adidas.

Setelah memenangkan Gatorade Slam Dunk Contest dengan Air Jordan III 'White Cement' pada 7 Februari 1988, Michael Jordan kembali menggunakan tipe Air Jordan yang sama namun dengan warna berbeda,'Black Cement', dan memenangkan MVP pertamanya pada pertandingan All-Star.

2. 1992: Air Jordan VII "Bordeaux"

Air Jordan III "Black/Cement"
Air Jordan VII dengan desain yang berbeda dengan Air Jordan lainnya (foto: SoleSupplier.com)


Berbeda dengan warna tipikal 'sneakers' lain, Jordan VII dilengkapi dengan warna-warna yang berani pada lidah sepatu. Desain sepatu ini merujuk kepada pola tribal suku Afrika Barat.

Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.
Bagikan